Pages

Perbedaan Sistem Berorientasi Objek dan Sistem Terstruktur


KATA PENGANTAR
Puji syukur saya panjatkan kehadiran Allah S.W.T karena berkat dan rahmat serta karunianya, saya dapat menyelesaikan tugas makalah softskill tentang Perbedaan Sistem Berorientasi Objek dan Sistem terstruktur dengan baik. Dalam makalah ini dibahas tentang arti dari Sistem Berorientasi Objek dan Sistem Berstruktur dengan perbedaan keduanya.
Saya juga menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini masih kurang sempurna, untuk itu saya menyarankan agar pembaca dapat memberikan saran agar penulisan makalah berikutnya jauh lebih sempurna dari sekarang.
Dan akhir kata saya mengucapkan terima kasih kepada pembaca yag sudah membaca atau menjadi bahan pembelajaran dalam makalah saya. Dan saya berharap agar isi makalah saya ini dapat bermanfaat untuk semua orang. Terima kasih wasaalamualaikum warrahmatullahi wabarrakatu.

                                                                           Jakarta, 17 Oktober 2011
                                                                                      Penulis
                                                                             Aisyah Suprih Asmoro

BAB I
                                                                    PENDAHULUAN       

A.    Latar Belakang

Zaman sekarang banyak sekali orang menggunakan sebuah sistem dalam sebuah pekerjaannya di bidang teknologi informasi. Sebuah sistem itu yaitu sistem berorientasi objek dan sistem terstruktur. Dalam pembahasan makalah ini yang akan dibahas yaitu perbedaan antara keduanya. Yang dalam makalah sebelumnya sudah kita bahas pengertian dari sistem berorientasi objek dan sistem terstruktur. Untuk itu mari kita pelajari lebih dalam dari perbedaan sistem tersebut.

B.    Tujuan Penulisan

Tujuan dari penulisan makalah ini yaitu agar pembaca memahami perbedaan antara sistem berorientasi objek dan sistem terstruktur dengan baik dan cermat. Sehingga pembaca dapat menarik kesimpulan dari perbedaan kedua sistem tersebut.

C.    Metode penulisan

Metode dalam penulisan makalah ini yaitu dengan mengambil atau menarik kesimpulan dari internet dengan membaca dengan cermat dan mengambil sebuah kesimpulan yang lebih baik dan dapat memahami isi makalah ini.


Pengertian Pemrograman Berorientasi Objek

Pemrograman berorientasi objek (Inggris: object-oriented programming disingkat OOP) merupakan paradigma pemrograman yang berorientasikan kepada objek. Semua data dan fungsi di dalam paradigma ini dibungkus dalam kelas-kelas atau objek-objek. Bandingkan dengan logika pemrograman terstruktur. Setiap objek dapat menerima pesan, memproses data, dan mengirim pesan ke objek lainnya. (wikipeda.co.id)

Pengertian Pemrograman Terstruktur

Pemrograman Terstruktur adalah suatu proses untuk mengimplementasikan urutan langkah untuk menyelesaikan suatu masalah dalam bentuk program.
Selain pengertian diatas Pemrograman Terstruktur adalah suatu aktifitas pemrograman dengan memperhatikan urutan langkah-langkah perintah secara sistematis, logis , dan tersusun berdasarkan algoritma yang sederhana dan mudah dipahami.

Prinsip dari pemrograman terstruktur adalah Jika suatu proses telah sampai pada suatu titik / langkah tertentu , maka proses selanjutnya tidak boleh mengeksekusi langkah sebelumnya / kembali lagi ke baris sebelumnya, kecuali pada langkah – langkah untuk proses berulang (Loop).

Setelah mengetahu pengertiannya?

dilihat dari pengertian di atas, pemrograman terstruktur memilki beberapa sifat – sifat seperti :
a. Memuat teknik pemecahan masalah yang logis dan sistematis
b. Memuat algoritma yang efisien, efektif dan sederhana
c. Program disusun dengan logika yang mudah dipahami
d. Tidak menggunakan perintah GOTO
e. Biaya pengujian program relatif rendah
f. Memiliki dokumentasi yang baik
g. Biaya perawatan dan dokumentasi yang dibutuhkan relatif rendah

berdasarkan penjelasan diatas, sangat jelas sekali bahwa pemrograman tersktruktur unggul dalam melakukan pemrograman sederhana karena lebih efisien dan lebih murah dalam hal perawatannya tetapi permodelan ini lebih susah untuk dipahami oleh orang – orang selain pembuat program itu sendiri (contohnya ketika dlakukan tracing program ).

Sementara itu pemrograman berorientasi objek memliki beberapa keuntungan seperti :
1.maintenance; program lebih mudah dibaca dan dipahami, dan pemrograman berorientasi obyek mengontrol kerumitan program hanya dengan mengijinkan rincian yang dibutuhkan untuk programmer.

2.pengubahan program (berupa penambahan atau penghapusan fitur tertentu); perubahan yang dilakukan antara lain menyangkut penambahan dan penghapusan dalam suatu database program misalnya.

3.dapat digunakannya obyek-obyek sesering yang diinginkan, kita dapat menyimpan obyek-obyek yang yang dirancang dengan baik ke dalam sebuah tolkit rutin yang bermanfaat yang dapat disisipkan kedalam kode yang baru dengan sedikit perubahan atau tanpa perubahan pada kode tersebut.

jadi, sangat jelas sekal bahwa pemrograman berorientasi objek sangat cocok sekali digunakan dalam kasus pembuatan software yang rumit dan kompleks karena memberikan berbagai kemudahan kepada pemrogram seperti yang telah disebutkan diatas.

permodelan yang mana yang lebh bagus? itu tergantung dari kebutuhan dan dari sudut pandang mana anda melihatnya. Yang perlu anda ingat adalah tujuan dari pemodelan itu sendiri, yang mana agar pada akhir proyek sistem dapat diperoleh sistem informasi yang memenuhi kebutuhan pemakai, tepat waktu dan sesuai anggaran, serta mudah digunakan, dimengerti dan dipelihara.
Bahasa pemrograman yang mendukung OOP antara lain:
  1. Visual Foxpro
  2. Java
  3. C++
  4. Pascal (bahasa pemrograman)
  5. Visual Basic.NET
  6. SIMULA
  7. Smalltalk
  8. Ruby
  9. Python
  10. PHP
  11. C#
  12. Delphi
  13. Eiffel
  14. Perl
  15. Adobe Flash AS 3.0
 
Perbedaan pengembangan sistem dengan metode Object Oriented (OO) & Metode terstruktur
Pengembangan sistem dengan metode Object Oriented Pendekatan berorientasi Objek menekankan pada data dan proses dan dapat membantu memudahkan dalam memecahkan permasalahan karena hal ini sangat baik untuk deskripsi dari setiap entitas. Karena informasi dari encapsulation, perancangan berorientasi objek umumnya mengarah ke sistem dimana sistem data yang kurang atau mungkin rusak dalam hal error program.

Dalam pengembangan sistem berorientasi objek ini , konsep-konsep dan sifat-sifat object oriented digunakan. Kosep-konsep tersebut adalah:

1. Kelas
Kelas adalah gambaran struktur objek-objek dari sistem, konsep OO yang mengencapsulasi/membungkus data dan abstraksi prosedural yang diperlukan untuk menggambarkan isi dan tingkah laku berbagai entitas.

2. Objek
Objek menggambarkan instance-instance objek yang actual,dan objek digambarkan sebagai benda, orang, tempat dan sebagainya yang ada di dunia nyata yang penting bagi suatu aplikasi. Objek mempunyai atribut dan metoda .

3. Atribut
Atribut menggambarkan data yang dapat memberikan informasi kelas atau objek dimana
atribut tersebut berada.

4. Metoda/Servis/Operator
Metoda adalah prosedur atau fungsi yang tergabumh dalam objek bersama dengan atribut Metode ini digunakan untuk pengaksesan terhadap data yang terdapat dalam objek tersebut.

5. Message
Message adalah alat komunikasi antar objek. Hubungan antar objek ditentukan oleh
problem domain dan tanggung jawab sistem.

6. Event
Event adalah suatu kejadian pada waktu yang terbatas yang menggambarkan rangsangan (stimulus) dari luar sistem.

7. State
State adalah abstraksi dari nilai atribut dan link dalam sebuah objek. State merupakan tanggapan dari objek terhadap event-event masukan.

8. Skenario
Skenario adalah urutan event yang terjadi sepanjang eksekusi system
Sebuah metode akan dikatakan berorientasi objek  kalau mempunyai karakteristik sebagai berikut:
Inheritance merupakan kondisi dimana methods atau attributes yang didefinisikan satu class dapat diwariskan atau digunakan kembali oleh class lainnya.
Encapsulation merupakan pemaketan bersama beberapa hal menjadi satu unit
Polymorphism berarti( banyak bentuk), merupakan teknik dimana sebuah behavior dapat saja dilaksanakan beerbeda-beda untuk setiap class atau objek yang berbeda.
Pengembangan sistem dengan Metode terstruktur merupakan metode yang pendekatannya pada proses, karena metode ini mencoba melihat sistem dari sudut pandang logical dan juga melihat data sebagai sumber proses. Di dalam penggambaran datanya, metode ini menggunakan Data Flow Diagram (DFD), Normalisasi, E-R Diagram(ERD) dan lainnya..
DFD adalah alat pembuatan model  yang penekanannya hanya pada fungsi sistem, karena DFD menggambarkan dari mana asal data dan kemana tujuan data, dimana data disimpan, proses apa yang menghasilkan data tersebut dan serta proses yang terjadi pada data tersebut.

ERD adalah entitas pada pemodelan data yang dapat saling berhubungan.
• Dengan menggunakan OOP maka dalam melakukan pemecahan suatu masalah kita tidak melihat bagaimana cara menyelesaikan suatu masalah tersebut (terstruktur) tetapi objek-objek apa yang dapat melakukan pemecahan masalah tersebut. Sebagai contoh anggap kita memiliki sebuah departemen yang memiliki manager, sekretaris, petugas administrasi data dan lainnya. Misal manager tersebut ingin memperoleh data dari bag administrasi maka manager tersebut tidak harus mengambilnya langsung tetapi dapat menyuruh petugas bag administrasi untuk mengambilnya. Pada kasus tersebut seorang manager tidak harus mengetahui bagaimana cara mengambil data tersebut tetapi manager bisa mendapatkan data tersebut melalui objek petugas adminiistrasi. Jadi untuk menyelesaikan suatu masalah dengan kolaborasi antar objek-objek yang ada karena setiap objek memiliki deskripsi tugasnya sendiri.


BAB III
PENUTUP
A.         KESIMPULAN
Kesimpulan yang dapat ditarik dari isi makalah ini yaitu perdedaan dari sistem berorientasi objek dan sistem terstruktur dimana perbedaan itu terletak dari Pengembangan sistem dengan metode Object Oriented Pendekatan berorientasi Objek menekankan pada data dan proses dan dapat membantu memudahkan dalam memecahkan permasalahan karena hal ini sangat baik untuk deskripsi dari setiap entitas. Karena informasi dari encapsulation, perancangan berorientasi objek umumnya mengarah ke sistem dimana sistem data yang kurang atau mungkin rusak dalam hal error program.
Dan bahwa pemrograman tersktruktur unggul dalam melakukan pemrograman sederhana karena lebih efisien dan lebih murah dalam hal perawatannya tetapi permodelan ini lebih susah untuk dipahami oleh orang – orang selain pembuat program itu sendiri (contohnya ketika dlakukan tracing program ).

B.    SARAN
Dari sistem berorientasi objek dan sistem terstruktur keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Tapi dalam konteks ini yang lebih unggul dari semuanya yaitu menekankan pada data dan proses dan dapat membantu memudahkan dalam memecahkan permasalahan karena hal ini sangat baik untuk deskripsi dari setiap entitas. Karena informasi dari encapsulation, perancangan berorientasi objek umumnya mengarah ke sistem dimana sistem data yang kurang atau mungkin rusak dalam hal error program. Jadi lebih mudah dipelajari sistem berorientasi objek untuk pemula.


DAFTAR PUSTAKA

http://vizi.blog.binusian.org/category/analisa-dan-perancangan-sistem-informasi/
http://www.ms-room.com/index.php?topic=3789.0


0 komentar:

Poskan Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.
 

Copyright © @Aisyahasmoro. Template created by Volverene from Templates Block
WP by Simply WP | Solitaire Online